Rabu, 20 Maret 2013

STRUKTUR BUMI



MAKALAH
ILMU ALAMIAH DASAR
Tentang
STRUKTUR BUMI






                                                                                           

Oleh Kelompok III:

KHAZINUL ASRIATI
408 584


Dosen pembimbing :
Nurhasnah, M.Si



JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
IMAM BONJOL PADANG
1433 H/2012 M


STRUKTUR BUMI

I.     Pendahuluan
       Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Jarak antara Bumi dengan matahari adalah 149.6 juta kilometer. Bumi seperti bola batu raksasa yang bergerak diangkasa dengan kecepatan hampir mencapai 3000 m/dt. Beratnya 6000 juta ton.
          Hampir dua per tiga permukaan bumi yang berbatu-batu dan ditutupi air, atuan yang tidak tertutup air disebut daratan. Bumi diselimuti lapisan gas yang disebut atmosfer (udara) . lapisan ini mencapai ketinggian sekitar 700 km dari permukaan bumi kemudian ruang angkasa dimulai setelah lapisan ini. Lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Termosfer, dan Eksosfer. Untuk lebih jelasnya penulis akan menjelaskan dalam makalah ini tentang struktur-struktur bumi.

II.  Struktur Bumi
A.  Lapisan-lapisan Bumi
          Menurut komposisi (jenis dari material) -nya, bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai berikut :
1.    Kerak bumi (crush) merupakan kulit bumi bagian luar (permukaan bumi). Tebal lapisan kerak bumi mencapai 70 km dan merupakan lapisan batuan yang terdiri dari batu-batuan basa dan masam atau granit. Lapisan ini menjadi tempat tinggal bagi seluruh mahluk hidup. Suhu di bagian bawah kerak bumi mencapai 1.1000 C. Lapisan kerak bumi dan bagian di bawahnya hingga kedalaman 100 km dinamakan litosfer.
2.    Selimut atau selubung (mantle) merupakan lapisan yang terletak di bawah lapisan kerak bumi. Tebal selimut bumi mencapai 3.300 km dan merupakan lapisan batuan padat. Suhu di bagian bawah selimut bumi mencapai 3.0000C.
3.    Inti bumi (core), yang terdiri dari material cair, dengan penyusun utama logam besi (90%), nikel (8%), dan lain-lain yang terdapat pada kedalaman 2900 – 5200 km. Lapisan ini dibedakan menjadi lapisan inti luar dan lapisan inti dalam. Lapisan inti luar tebalnya sekitar 2.500 km dan terdiri atas besi cair yang suhunya mencapai 2.200 0C. inti dalam merupakan pusat bumi berbentuk bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 0C.

          Sedangkan menurut sifat mekanik (sifat dari material) -nya, bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai berikut :
-       Litosfer
-       Stratosfer 
-       Mesosfer
-       Inti Bumi bagian luar, merupakan salah satu bagian dalam bumi yang melapisi inti bumi bagian dalam. Inti bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan kedalaman antara 2900-4980 km. Inti bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair dengan suhu 3900 °C.
-       Inti bumi bagian dalam merupakan bagian bumi yang paling dalam atau dapat juga disebut inti bumi. inti bumi mempunyai tebal 1200km dan berdiameter 2600km. inti bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat mencapai 4800 °C.
B.  Hidrosfer
       Hidrosfer (hydro=air, sphaira=bulatan), yang termasuk hidrosfer adalah semua bentuk air yang ada diatas muka bumi. Yang besar adalah samudra dan lautan. Dikatakan bahwa perbandingan samudra dan daratan berkisar antara 72% dan 28%. Artinya 72% muka bumi berupa air sedangkan 28% berupa daratan.
       Keberadaan hidrosfer sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup manusia, bidang perhubungan, perikanan, pembangkit tenaga listrik, juga untuk pengadaan uap air di atmosfer, yang nantinya setelah terjadi proses kondensasi di atmosfer akan menjadi hujan, dimana air hujan itu sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup. Adanya siklus air maka air laut itu akan menjadi asin karena banyaknya mineral-mineral yang hanyut terbawa oleh air sungai yang mengalir ke laut.
C.  Atmosfer
       Tanpa kita sadari baik pada waktu malam ataupun siang berjuta–juta benda langit berjatuhan menuju bumi akibat gaya  gravitasinya. Benda–benda itu dikenal dengan   istilah meteoroid atau jika sudah sampai atmosfer bumi disebut dengan meteor. Hampir semuanya tidak sampai  kepermukaan  bumi  apalagi   merusaknya. Ini  dikarenakan   bumi   memiliki  atmosfer   yang menghasilkan gesekan kuat pada setiap meteor yang jatuh. Meteor tidak dapat melawan gesekan ini terlalu lama dan kehilangan sejumlah  besar massanya akibat terbakar. Keberadaan atmosfer mencegah kerusakan bumi yang   disebabkan oleh meteor. Didalam al-Qur’an sifat penciptaan atmosfer ini dijelaskan dalam surat Al-Anbiya ’ ayat 32 :
$uZù=yèy_ur uä!$yJ¡¡9$# $Zÿø)y $Wßqàÿøt¤C ( öNèdur ô`tã $pkÉJ»tƒ#uä tbqàÊ̍÷èãB
Artinya : Dan kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.
       Salah satu petunjuk terpenting bahwa langit adalah atap yang  terpelihara  merupakan medan magnet yang melingkupi bumi. Lapisan teratas atmosfer bumi merupakan daerah medan magnet yang disebut dengan sabun van alen. Daerah ini dibentuk oleh sifat – sifat inti bumi. Inti bumi mengandung unsur magnetik yang kuat seperti besi dan nikel. Yang lebih penting inti bumi terdiri atas dua struktur yang berbeda yaitu inti dalam berbentuk padat sedang inti luar berbentuk cair. Lapisan luar  mengapung diatas lapisan dalam,   menciptakan efek magnetik pada logam–logam yang berat, yang berbentuk medan magnet.
          Bumi diselubungi oleh campuran gas yang biasa kita sebut dengan udara. Udara merupakan zat yang sangat penting untuk menunjang kehidupan seluruh makhluk dimuka bumi. Udara atau atmosfer terdiri dari campuran bermacam-macam gas yaitu nitrogen sebagai unsur dominan (78%), oksigen (21%), kemudian juga terdapat gas-gas lain seperti argon, karbondioksida, uap air, dan sebagainya.
          Ketebalan atmosfer bumi tidak merata, 90% masa udara terletak pada ketinggian 0-16 Km. Selain itu temperatur atmosfer berubah terhadap ketinggian dari permukaan bumi, tetapi pola perubahan tidak selalu sama. Berdasarkan pola perubahan temperatur terhadap ketinggian ini, para ahli membagi atmosfer menjadi beberapa lapisan, yaitu :
1)   Troposfer
       Di troposfer atau atmosfer bawah, yang mencakup daerah sampai 10 km di atas permukaanpermukaan laut, suhu menurun terhadap pertambahan ketinggian laju penurunan suhu tergantung pada kandungan uap air yang ada. Pada udara kering suhu menurun dengan laju 10 0C/km, sedangkan pada udara yang penuh uap air suhu penuh uap air suhu menurun dengan laju 50C/km.
       Sumber panas yang memanaskan troposfer berasal dari radiasi matahari yang jatuh ke permukaan bumi, dimana seluruh radiasi kecuali radiasi dengan panjang gelombang infra merah diserap oleh permukaan bumi. Radiasi adalah cara hantaran energi tanpa melalui medium. Molekul-molekul air dan karbondioksida menyerap radiasi inframerah, tetapi sebahagian radiasi ini ada yang dipantulkan kembali ke bumi. Proses pemantulan inilah kemudian memanaskan atmosfer dan disebut dengan efek rumah kaca. Diatas troposfer terdapat lapisan perbatasan yang bernama lapisan tropopause. Lapisan ini merupakan lapisan perlihan dengan lapisan atasnya, yaitu lapisan stratosper.
       Didalam suhu troposfer ini terjadi peristiwa cuaca dan iklim, seperti hujan, angin, perubahan suhu, awan dan semacamnya. Peristiwa-peristiwa itu memberikan kemungkinan kebutuhan hidup. Antaralain proses terjadinya air tawar di atas darat yang bersal dari laut.
2)   Stratosfer
       Didaerah stratosfer suhu tidak menurun dengan bertambahnya ketinggian. Disini suhu naik terus dengan lambat dengan ketinggian 50 km. Panas yang ada dilapisan stratosfer berasal dari pantulan radiasi infra merah matahari dari permukaan tanah yang diserap oleh uap air serta penyerapan radiasi ultra violet oleh gas ozon-ozon dan oksigen yang ada dilapisan ini. Lapisan ozon ini penting sekali bagi kehidupan dibumi, karena bila lapisan ozon ini tidak ada maka ultra violet matahari akan terus sampai kebumi dan bisa mengakibatkan terganggunya proses metabolisme baik pada hewan, manusia, dan tumbuhan. Diatas lapisan stratopause yang membatasinya dengan lapisan atasnya, yaitu mesosfer.
3)   Mesosfer
       Lapisan mesosfer berada sampai ketinggian 80 km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini suhu semakin menurun dengan bertambahnya ketinggian karena kerapatan partikel disini semakin menurun sehingga radiasi matahari yang bisa diserap untuk memanaskan lapisan ini juga semakin kecil pada ketinggian 80 km mulai terdapat lapisan mesospause yang merupakan perbatasan lapisan termosfer. Meteor yang masuk ke bumi terbakar dilapisan ini.  
4)   Termosfer
       Pada daerah termosfer, yang terdapat sampai ketinggian 500 km, suhu udara semakin meningkat dengan bertambahnya ketinggian. Pada ketinggian 500 km suhu mencapai sampai 1.0000C. Didaerah ini radiasi matahari semakin kuat sehingga mampu mengionisasi atom-atom oksigen dan nitrogen. Karena atmosfer mencapai suhu yang tinggi, unsur-unsur yang ada sebahagian besar akan berupa ion. Oleh sebab it, daerah termosferke atas biasa disebut juga  dengan ionosfer. Ion-ion yang ada didaerah ionosfer tidak semua berasal dari ionisasi partikel-partikel atmosfer, tetapi ada juga yang berasal dari partikel-partikel antar planet yag datang dari matahari atau sisa meteor yang terbakat di agkasa.
a.    Fungsi Atmosfer Bumi
1.    Menutup pori-pori kulit
2.    Menyaring sinar matahari
3.    Membiasakan sinar matahari
4.    Menguraikan sinar matahari
5.    Sebagai pengantar gelombang bunyi
b.   Fungsi Atmosfer Bumi yang Dinyatakan dalam Al Qur’an
1.    Sebagaimana atap pelindung
Terdapat dalam Al Qur’an :
-       Surat Al Anbiya : 32
$uZù=yèy_ur uä!$yJ¡¡9$# $Zÿø)y $Wßqàÿøt¤C ( öNèdur ô`tã $pkÉJ»tƒ#uä tbqàÊ̍÷èãB 
Artinya : “Dan kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara[959], sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya.

       Maksudnya: yang ada di langit itu sebagai atap dan yang dimaksud dengan terpelihara ialah segala yang berada di langit itu dijaga oleh Allah dengan peraturan dan hukum-hukum yang menyebabkan dapat berjalannya dengan teratur dan tertib.

-       Surat At Thariq :1-3
Ïä!$uK¡¡9$#ur-Í$©Ü9$#ur ÇÊÈ !$tBur y71u÷Šr& $tB ä-Í$©Ü9$# ÇËÈ ãNôf¨Y9$# Ü=Ï%$¨W9$# ÇÌÈ
 Artinya : “Demi langit dan yang datang pada malam hari, Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?, (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,
Bukti :
a.    Atmosfer melindungi bumi dari meteor dan radiasi kosmis yang salah satunya berasal dari matahari, sinar UV tepi dilewatkan untuk foto sintesis sedangkanUV kuat diserap dan dibalikan keluar angkasa oleh lapisan ozon. Andai atmosfer tidak memiliki perisai pelindung, bumi tidak akan berdaya menghadapi hujan meteor. Meskipun biasanya tidak kita sadari, banyak meteoroid yang jatuh ke bumi seperti plaet lain, tidak merusak bumi karena bumi memiliki atmosfer yang menghasilkan gesekan kuat pada meteor yang jatuh.
b.    Efek rumah kaca yang ada dilapisan atmosfer menjaga suhu bumi menjadi stabil antara siang dan malam. Suhu ruang angkasa -2700C
c.    Sabuk Van Allen yang tercipta dari sabuk medan magnet bumi, melindungi bumi dari energi matahari yang bersal dari jilatan api matahari yang kekuatannya 100 milyar bom atom yang dijatuhkan di Hirosima.
2.    Langit yang mengembalikan
     Surat At Thariq : 11
Ïä!$uK¡¡9$#ur ÏN#sŒ Æìô_§9$#
      Artinya : “Demi langit yang mengandung hujan
  Raj'i berarti kembali. hujan dinamakan raj'i dalam ayat ini, Karena hujan itu berasal dari uap yang naik dari bumi ke udara, Kemudian turun ke bumi, Kemudian kembali ke atas, dan dari atas kembali ke bumi dan begitulah seterusnya.

Bukti :
a.    Troposfer, 13-15 km, uap air turun kembali dalm bentuk hujan. Langit mengembilkan air yang menguap dari bumi, dengan demikian siklus air dimuka bumi untuk mendukung adanya kehidupan akan selalu terjamin.
b.    Lapisan ozon, mengembalikan UV keluar angkasa. Berkat lapisan-lapisan spesifik atmosfer, sinar matahari yang sampai ke bumi hanya sejumlah yang diperlukan saja, karena atmosfer memproses sinar matahari secara spesifik berdasarkan panjang gelombangnya. Atmosfer kita seperti pabrik penyulingan raksasa yang dirancang untuk menyaring sinar-sinar ini.
c.    Lapisan ionosfer, mengembalikan gelombang radio sebagai satelit komunikasi.

3.    7 lapisan atsmofir
QS. Al Baqarah : 29
uqèd Ï%©!$# šYn=y{ Nä3s9 $¨B Îû ÇÚöF{$# $YèŠÏJy_ §NèO #uqtGó$# n<Î) Ïä!$yJ¡¡9$# £`ßg1§q|¡sù yìö7y ;Nºuq»yJy 4 uqèdur Èe@ä3Î/ >äóÓx« ×LìÎ=tæ ÇËÒÈ  
Artinya : “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu.
QS. Fussilat : 11-12
§NèO #uqtGó$# n<Î) Ïä!$uK¡¡9$# }Édur ×b%s{ߊ tA$s)sù $olm; ÇÚöF|Ï9ur $uÏKø$# %·æöqsÛ ÷rr& $\döx. !$tGs9$s% $oY÷s?r& tûüÏèͬ!$sÛ
         Artinya : “Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu dia Berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".
QS.  Almulk : 3-4
Ï%©!$# t,n=y{ yìö7y ;Nºuq»yJy $]%$t7ÏÛ ( $¨B 3ts? Îû È,ù=yz Ç`»uH÷q§9$# `ÏB ;Nâq»xÿs? ( ÆìÅ_ö$$sù uŽ|Çt7ø9$# ö@yd 3ts? `ÏB 9qäÜèù ÇÌÈ §NèO ÆìÅ_ö$# uŽ|Çt7ø9$# Èû÷üs?§x. ó=Î=s)Ztƒ y7øs9Î) çŽ|Çt7ø9$# $Y¥Å%s{ uqèdur ׎Å¡ym ÇÍÈ
Artinya: “yang Telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?, Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
Bukti :
       Langit bumi ada 7 lapis berdasarkan perbedaan ciri fisik seperti tekanan udara dan jenis gas, yaitu :
1.    Tratosfer, 90% masa atsmofer, semua peristiwa cuaca terjadi di sini
2.    Stratosfer
3.    Ozonosfer, tempat sinar UV di serap
4.    Mesosfer, tempat meteor terbakar
5.    Termosfer, gas-gas dari luar angkasa terionisasi
6.    Ionosfer, tempat gelombang radio dipatulkan kembali ke bumi
7.    Eksosfer, 400-960 km dari permukaan bumi


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar