Rabu, 20 Maret 2013

BOOK REPORT (LAPORAN BUKU) QASHASHUL QUR’AN


TUGAS MID SEMESTER
QASHASHUL QUR’AN
Tentang
BOOK REPORT (LAPORAN BUKU)
QASHASHUL QUR’AN







Oleh :
Khazinul Asriati
408 584


Dosen pembimbing :
Dr. Risman Bustamam M. Ag



JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
IMAM BONJOL PADANG
1433 H/2012 M



BAB I
Meneladani Para Nabi/Rasul melalui Pengkajian Kisah Mereka
 dalam Al Quran

   para nabi/rasul diutus oleh Allah diberiNya keismewaan fitrah dan kesempurnaan jiwa untuk menyampaikan wahyuNya kepada manusia. Para nabi/rasul menerima ajaran Allah antara lain untuk menjelaskan tentang keagungan dan misteri kekuasaanNya dalam rangka akidah yang harus dipercayai manusia, serta menjelaskan hal-ihwal akhirat yang harus diketahui oleh manusia. Para nabi/rasul juga menyampaikan peraturan–peraturan umum yang dapat mengatur tindak-tanduk  manusia dalam meluruskan diri dan mengekang keinginan-keinginan mereka, serta mengajarkan kepada manusia perbuatan-perbuatan yang menjadi kunci kebahagian akhirat, termasuk semua hukum yang berkaitan dengan keseluruhan amal perbuatan, lahir dan bathin. Intinya pengutusan nabi/rasul merupakan salah satu eksistensi manusia sehingga merupakan kebutuhan hazazi bagi manusia. Kedudukan pengutusan nabi/rasul kepada manusia sama halnya kedudukan akal bagi seseorang, sekaligus agar manusia tidak lagi mempunyai alasan dihadapan Allah nantinya.
Menurut para ulama, diantara tugas dan peran pokok para nabi dan rasul adalah mengajak manusia kepada tauhid, menyampaika segala perintah dan larangan Allah berupa hukum-hukum, dan menunjuki dan membimbing manusia ke jalan lurus yang terang oleh hidayah, serta untuk menjadi uswah dan qudwah shalihah (contoh, teladan yang baik) bagi manusia. Mengingat tugas dan fungsi nabi/rasul yang demikian kompleks, yakni menyampaikan wahyu yang mereka terima dari Allah serta sebagai ikutan, teladan, atau pemimin bagi umat dalam kehidupan sosial, moral, dan spiritual, sebagai pengenjawatan fungsi wahyu dalam kehidupan nyata, maka dalam islam, kewajiban setiap umat kepada nabi/rasul, setidaknya ada dua pokok penting yang saling terkait, yaitu :
a.       Menerima dan mengimani para nabi/rasul sebagai utusan Allah
b.      Mengikuti ajaran yang dibawa serta memenuhi dan meneladani nabi/rasul dalam segala apa yang digariskan dan dilakukannya. Antara satu nabi/rasul dan lainnya tidak bisa dipisahkan.
Tujuan kisah-kisah Al Qur’an antara lain dijelaskan Allah :
“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”(Q.S Hud/11:120). “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman” (Q.S Yusuf/12:111). “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman” (Q.S al A’raf/7:176), serta “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”(Q.S An Nur/24:34)
Agar maksud dan tujuan kisah-kisah Al Qur’an tercapai maksimal para ulama sudah melakukan  kajian mendalam tentang kisah para nabi/rasul. Namun dalam perjalanan, kajian tentang kisah-kisah al Qur’an ternyata dipengaruhi berbagai faktor subjektif sehingga belum seluruhnya mengacu pada maksud dan tujuan kisah tersebut.
Bla diklasifikasikan secara sederhana, berdasarkan sifat dan tujuan kajian-kajian para ahli tentang kisah al Qur’an, dapat dibedakan menjadi empat kategori, yaitu :
1.      Paparan deskriptif-sastrawi yang berupaya mengemas kisah-kisah al Qur’an tentang tema atau tokoh tertentu sehingga menjadi sebuah cerita yang utuh dan menarik
2.      Kajian bersifat teoritis-konsepsional yaitu kajian yang memfokuskan diri pada pembahasan aspek teori atau kosepsi kisah al Qur’an
3.      Kajian analistis yaitu analisis ilmiah yang mengkritisi kajian-kajian tentang kisah al Qur’an dan metodenya untuk membuat perspekstif dan metode baru
4.      Kajian tafsir al qur’an yakni kajian terhadap ayat-ayat al qur’an yang terdapat di dalam kitab-kitab tafsir baik karya tafsir klasik maupun modern.
Dikaitkan dengan kajian mufassir terhadap ayat-ayat kisah, juga terdapat masalah kursial. Sebagaimana dikatakan syaikh mahmud syaltut ada tiga   
           

  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar